“Crash Landing On You” dalam kacamata Roland Barthes: Kemanusiaan Menembus Batas.


-----

Dea Elsaid

   Pada beberapa episode, warga berusaha mempertahankan selera pribadi, meskipun hal itu menjadi simbol ketidakpatuhan terhadap aturan. Warga Korea Utara diam-diam menyembunyikan produk dari Selatan untuk kebutuhan pribadi. Bahkan di pasar tradisional, beberapa barang dari Selatan disembunyikan agar bisa diperjualbelikan secara ilegal. Hal ini terjadi karena Korea Utara melarang keras produk atau budaya dari Selatan karena dianggap sebagai bentuk pengaruh imperialis. Hal ini merupakan bagian kecil dari konflik kedua negara. Bagaimana ketika salah satu penduduk dari kedua negara menemukan takdir yang lain? 

Ri Jung-hyuk merupakan kalangan elite Pyongyan Korea Utara. Dalam cerita, ayahnya adalah pejabat militer berpangkat sangat tinggi. Meski berkarier sebagai tentara, Jung-hyuk sebenarnya memiliki masa lalu yang berbeda, ia pernah belajar musik (piano) di Swiss dan memiliki bakat besar sebagai pianis. Namun, sebuah tragedi keluarga membuatnya meninggalkan mimpinya dan memilih jalan sebagai perwira militer.

Yoon Se-ri merupakan pebisnis sukses di Korea Selatan yang sedang tersesat akibat kecelakaan paralayang dan mendarat di Korea Utara, Kapten Ri adalah orang pertama yang menemukannya ketika menjaga perbatasan. Kisah mereka mungkin terasa seperti sebuah dongeng modern. Tapi jika diamati, ini bukan sekadar kecelakaan, tapi simbol “jatuhnya” Se-ri dari dunia kapitalisme modern ke dunia tertutup Korea Utara.

Pada episode pertama, adegan paralayang sebagai metafora dislokasi identitas. Jika dilihat dalam kacamata Roland Barthes (denotasi–konotasi–mitos), adegan ini adalah fondasi simbolik dari seluruh narasi Crash Landing on You.

Episode paralayang:

-        Tingkat denotasi: Yoon Se-ri mencoba paralayang untuk kebutuhan promosi bisnisnya.

-        Tingkat konotasi: Se-ri adalah Ceo yang sukses, ia bisa membeli segala hal yang dapat dibeli dengan uang. Saat di udara dan mengalami kecelakaan, ia tidak berdaya. Uang dan kekuasaan menjadi tidak berarti.

-        Tingkat mitos: Episode ini menggambarkan bahwa ambisi modern dan kapitalisme tidak selamanya menjamin keselamatan, kadang dapat memberikan resiko yang besar.

Episode pertama terkait paralayang dalam Crash Landing on You berfungsi sebagai:

-        Tanda (signifier): kecelakaan paralayang

-        Petanda (signified): kehilangan kontrol dan pergeseran identitas

-        Mitos: cinta dan kemanusiaan lebih kuat daripada batas politik

Melalui satu adegan pembuka, drama ini tidak hanya memulai cerita romantis, tetapi juga membangun pesan ideologis bahwa sejarah dan negara boleh membelah manusia, tetapi takdir dan emosi mampu melampaui hal-hal tersebut.

Pada episode 14  Crash Landing on You yang menjadi puncak emosional dalam drama ini. Ketika Se-ri harus kembali ke Korea Selatan dan Jung-hyuk berdiri di sisi Utara. Mereka berpisah tepatnya di Zona Demiliterisasi, sebuah wilayah perbatasan sepanjang sekitar 250 kilometer yang memisahkan kedua Korea. Kawasan yang menjadi salah satu perbatasan paling dijaga ketat di dunia. Mereka berdiri sangat dekat, bahkan bisa saling menyentuh, tetapi dipisahkan oleh garis tak kasat mata yang menentukan nasib mereka. Episode ini menjadi simbol konflik cinta lintas batas.

Dalam film ini, tokoh Pyo Chi-su yang paling vokal, Park Kwang-beom yang selalu tanpa ekspresi, Kim Ju-meok Penggemar berat drama Korea Selatan (secara sembunyi-sembunyi), Geum Eun-dong sensitif dan emosional, mereka membuat drama memiliki unsur komedi dan menunjukkan sisi manusiawi militer Korea Utara. Jika dianalisis, kelompok ini menunjukkan solidaritas kelas bawah.

Dalam drama umumnya, biasanya sosok tentara digambarkan sebagai sosok yang agresif, atau mungkin dekat dengan hal yang keras. Namun adegan Pyo Chi-su, Park Kwang-beom, Kim Ju-meok, dan Geum Eun-dong. Alih-alih selalu berlatih perang, mereka sering memasak untuk Se-ri dan membantu kebutuhan sehari-hari. Sehingga dari adegan tersebut dapat dilihat dari tingkat konotasi bahwa maskulinitas yang nurturing (memelihara dan peduli), bukan dominan.

Pada level mitos, drama ini mendekonstruksi stereotip global tentang militer Korea Utara yang kaku dan tanpa emosi. Mereka tidak ditampilkan sebagai simbol ancaman, mereka ditampilkan sebagai tentara yang punya mimpi dan selera humor, mempunyai solidaritas yang kuat, dan mereka menggambarkan sisi kemanusiaan melampaui ideologi.

Ada banyak hal menarik dari drama ini dan tidak sempat terangkum seluruhnya. Jika dilihat akhir kisah dari kacamata Roland, yaitu:

-        Tingkat denotasi: Se-ri dan Jung-hyuk bertemu lagi di Swiss, di tengah pemandangan pegunungan dan danau yang luas setelah mengalami banyak hal yang menyeramkan.

-        Tingkat konotasi: Swiss sebagai latar bahwa di negara ini merupakan ruang netral, tempat identitas asli mereka bisa muncul tanpa batas ideologi.

-        Tingkat mitos (makna ideologis): Adegan Swiss menegaskan ide bahwa batas negara atau ideologi hanyalah konstruksi, sementara hati manusia tetap universal.

Keseluruhan kisah Crash Landing on You bukan sekadar cerita romantis lintas batas, tetapi juga potret kemanusiaan yang melampaui ideologi dan sistem. Dari warga desa yang cerdik menyembunyikan barang dari Selatan, interaksi Se-ri dengan empat tentara Kapten Ri, hingga perpisahan yang mengharukan di perbatasan, drama ini menunjukkan bahwa cinta, persahabatan, dan harapan tetap hidup meski dunia penuh batasan.

 

 

Komentar

Postingan Populer